Pj Bupati Tapteng Tekankan Pentingnya Sinergitas dan Kolaborasi Dalam Aksi Nyata Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Tapteng

PANDAN - Pj. Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng), Dr. Sugeng Riyanta, SH, MH menghadiri kegiatan Reviu Kinerja Tahunan Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2023 bertempat di Aula Dinas Pendidikan Kabupaten Tapteng, Kamis (21/12/2023).

Pj. Bupati Tapteng, Dr. Sugeng Riyanta, SH, MH menyampaikan, Hari ini kita melaksanakann Reviu Kinerja Tahunan Aksi Konvergensi Stunting Kabupaten Tapteng Tahun 2023 untuk melihat aksi apa yang telah kita lakukan dengan melakukan evaluasi, dan meluruskan langkah tindakan yang tepat terkait dengan program penurunan Stunting. Saya ingin pertemuan-pertemuan yang seperti ini bukan hanya pertemuan yang sifatnya seremonial saja karena ada anggarannya, tapi ada dampaknya untuk menurunkan angka Stunting di Kabupaten Tapteng, jangan kita menghabiskan anggaran hanya acara seremonial saja tapi tidak ada dampaknya kepada masyarakat dan Stunting masih tinggi.
Mari kita renungkan bersama, kita hadir disini untuk memecahkan masalah Stunting, apa dampak kepada masyarakat agar tidak ada lagi Stunting di Kabupaten Tapteng, Kita semua tentunya sudah sangat mengetahui bahwa Stunting adalah permasalahan besar nasional, stunting juga merupakan persoalan serius dalam pembangunan sumber daya manusia saat ini, untuk mengatasi Stunting tersebut Anggaran Dana Desa juga dapat disalurkan dalam upaya mengatasi masalah Stunting di Tapteng.
Oleh karena itu, Pj. Bupati Tapteng menekankan bahwa tantangan penanggulangan Stunting ini tentunya harus diatasi secara baik, terukur terarah dan akuntabel, kerja nyata, kerja tuntas, kerja cerdas, dan kerja berkualitas oleh seluruh stakeholder terkait.
"Hal ini dapat terwujud dengan membangun sinergi, kolaborasi, dan akselerasi semua pihak. Selain Pemerintah juga harus melibatkan masyarakat, swasta, organisasi non pemerintah, dunia kerja, perguruan tinggi, serta pihak pihak lainnya agar kita tetap bisa membangun generasi masa depan menjadi generasi yang unggul, berdaya saing, dan berkualitas.
Pj. Bupati Tapteng menambahkan, sampai tahun 2024, upaya menurunkan prevalensi Stunting tentunya menjadi pekerjaan besar yang harus kita dukung di tingkat daerah. Hasil SSGI tahun 2022, prevalensi Stunting Kabupaten Tapteng naik 30.5% dari 25,3%. Hasil dari EPP GM tahun 2022 di angka 1,5% dan hasil terakhir Agustus 2023 sebesar 1,2% dengan jumlah baduta atau balita yang ditimbang sebanyak 21.097 dari jumlah sasaran 23.815.
Pj. Bupati Tapteng, Dr. Sugeng Riyanta, SH, MH kembali menekankan pentingnya hasil, output yaitu bukti nyata dapat diturunkan angka prevalensi Stunting tersebut di tahun mendatang. Kita jangan pernah lengah dalam memberhasilkan program dan kegiatan penurunan angka Stunting, harus dapat menjangkau sampai ke kelompok terkecil di masyarakat, yakni keluarga, baik di desa maupun kota, dimana menurut hasil PK 22 keluarga yang berisiko Stunting sebanyak 61.206 KK, yang mana salah satunya adalah masih adanya faktor tidak mempunyai sumber air minum.
Pj. Bupati Tapteng juga menekankan Pentingnya Sinergitas dan Kolaborasi OPD dalam Aksi Nyata Percepatan Penurunan Stunting Di Kabupaten Tapteng, tidak lagi ego sektoral, dan jangan lempar tanggung jawab. Pj. Bupati mengharapkan adanya kerja tim yang baik dan telah menerima hasil Reviu Stunting Kabupaten Tapteng tahun 2023 bersama rekomendasi pelaksanaannya yang tepat sasaran atas usulan percepatan penanganan Stunting di Kabupaten Tapteng minggu depan oleh Tim yang tergabung dalam Penanggulangan Stunting di Kabupaten Tapteng.
Kegiatan ini dirangkai dengan penyerahan Piagam Penghargaan kepada Desa Bebas Stunting yaitu Desa Sigiring-giring Kecamatan Tukka, Desa Aek Horsik Kecamatan Badiri, Kelurahan Pinangbaru Kecamatan Pinangsori. Selanjutnya Piagam penghargaan diberikan kepada desa lokus percepatan penurunan Stunting , yaitu Desa Mardame Kecamatan Sitahuis, Desa Sipakpahi Kecamatan Pasaribu Tobing, Desa Muara sibuntuon Kecamatan Sibabangun.
Adapun Kecamatan Terbaik Bebas Stunting yaitu UPTD Kecamatan Sibabangun. UPTD Puskesmas Terbaik UPTD Puskesmas Sipea-pea Kecamatan Sorkam Barat, UPTD Puskesmas Kolang , UPTD Puskesmas Pandan, serta UPTD Puskesmas Manduamas. Tim pendamping Keluarga Terbaik adalah Kecamatan Badiri yaitu Kordinator PKLB Kecamatan Badiri.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Dinas PP KB Tapteng Freddy L. Situmeang, S.Sos, M.Kes dan jajaran, Kadis Kesehatan Tapteng diwakili Sekretaris, Kepala Dinas Pendidikan Tapteng, Kepala Bappeda Tapteng, Kepala Dinas PMD Tapteng, Dinas Kominfo Tapteng dan jajaran, dan mewakili OPD Pemkab Tapteng, Camat se Kabupaten Tapteng, Kepala UPTD Puskesmas se Kabupaten Tapteng, Kepala Desa/ Lurah lokus penanggulangan Stunting dan tamu undangan lainnya.

LINK TERKAIT